tulakan.ngawikab.id-Pemerintah melalui menteri agama telah mengumumkan bahwa tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Sabtu tanggal 22 April. Tetapi untuk Ormas keagamaan Muhammadiyah telah jauh hari mengumumkan bahwa tanggal 1 Syawal jatuh pada hari Jum'at tanggal 21 April.
Perbedaan pendapat tersebut tidak menjadikan adanya perbedaan di antara warga Desa tulakan, sebagai contoh tanggal 21 April sebagian sudah ada yang melaksanakan Sholat Idul Fitri dan sebagian tanggal 22 April. Diantaranya warga yang melaksanakan tanggal 21 April yaitu warga Sendang Rt.01 dan warga Bayem Rt 1,2 dan 3. sedangkan dusun yang lain melaksakan pada tangal 22 April.
Pada tanggal 21 April di Dusun Sendang Rt 01 tepatnya di masjid An-Nur Khotib menyampaikan bahwa perbedaan itu hal yang wajar. "perbedaan dalam berpendapat itu adalah wajar, masing-masing membunyai metode dan cara yang berbeda dalam menentukan hilal 1 Syawal. tetapi tujuan kita tetap sama yaitu beribadah kepada Allah SWT dan harapan kita semua para remaja generasi penerus Islam harus tetap bersatu menjaga dan meneruskan cita-cita mulia Nabi Muhammad Saw dalam mensyiarkan Agama Islam" terang Suyoto yang sekaligus sebagai imam memimpin sholat Ied.
Di hari yang berbeda Sabtu (22/04) di dusun yang sama yaitu Sendang Rt 02,03 dan 04 baru melaksanakan Sholat Idul Fitri dimasjid Al-Hidayah Sendang Rt 03. dan juga dilaksakan di 9 dusun di Desa Tulakan.