tulakan.desa.id-Musim penghujan selain membawa berkah juga menyebabkan beberapa masalah, contohnya bencana banjir dan genangan air. Didalam genangan air inilah biasanya dipakai nyamuk untuk berkembang biak terutama nyamuk demam berdarah yaitu nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini adalah pembawa virus demam berdarah dengue.
Bertempat di Dusun Sidoharjo Desa Tulakan pada Kamis (25/04) Pemerintah Desa Tulakan bersama UPT Puskesmas Sine melakukan kegiatan gotong royong pemberantasan sarang nyamuk atau disingkat PSN dengan pengasapan atau Fogging di lingkungan Dusun Sidoharjo.
Kegiatan Fogging dilakukan karena ada laporan kejadian luar biasa (KLB) dari warga Dusun tersebut yaitu beberapa warganya telah terkena penyakit DBD yang beberapa orang harus rawat inap di rumah sakit. Bermula dari laporan ketua RT 03 Dusun sidoharjo yang melaporkan ke grup Whatsapp Desa Tulakan ada beberapa warganya yang diduga terkena demam berdarah dengan mengenali tanda-tanda dari penyakit tersebut dan keterangan tersebut diperkuat dengan adanya balita yang telah dirawat inap di Rumah Sakit Umum dr.Seohadi Prijonegoro Sragen dan di vonis positif terkena DBD. Dengan adanya kejadian tersebut dengan sigap perangkat desa dari Kasi Pemerintahan segera berkoordinasi dengan bidan Desa untuk membuat laporan dan permintaan fogging ke lingkungan yang terkena kasus DBD ke UPT Puskesmas Sine.
Dalam kesempatan itu kepala desa segera mengeluarkan himbauan kepada seluruh warganya terutama melalui kepala dusun untuk mengadakan pemberantasan sarang nyamuk dilingkunganya masing-masing minimal seminggu sekali dengan cara bekerja bakti gotong royong menerapkan 3M untuk mencegah meluasnya penyakit tersebut.